Cara Membaca Kitab Gundul: Contoh Diurai per Kata
Kitab gundul dibaca dengan urutan tetap: akar kata, wazan, lalu i'rab untuk harakat akhir. Tiga contoh, termasuk baris pertama Jurumiyah, diurai per kata.
· Ditulis oleh Amaan
Bagaimana cara membaca kitab gundul yang tidak berharakat sama sekali?
Baca per kata dengan urutan tetap. Cari akar tiga hurufnya, cocokkan bentuknya dengan wazan untuk mengisi harakat di tengah kata, lalu tentukan kedudukannya dalam kalimat: fa'il, maf'ul bih, atau majrur. Kedudukan itulah yang menetapkan harakat akhir. Dalam سكن الطالب في مدينة كبيرة, kata الطالب dibaca dhammah dan مدينة dibaca kasrah.
Setiap kata dalam kitab gundul dibaca lewat tiga langkah berurutan: akar kata, wazan, lalu i'rab.
Wazan mengisi harakat di tengah kata: طالب pada wazan فَاعِل hanya bisa dibaca thâlib.
I'rab mengisi harakat akhir: fa'il rafa' dengan dhammah, maf'ul bih nashab dengan fathah, dan isim sesudah huruf jar dibaca kasrah.
Sebagian tulisan memang bermakna ganda. علم bisa berarti ilmu, 'ia mengetahui', atau 'ia mengajar', dan hanya kalimatnya yang menentukan.
Baris pertama Matan al-Jurumiyah bisa diurai dengan langkah yang sama, dan itu latihan yang pas bagi santri.
Kemampuan ini tumbuh dari berbulan-bulan membaca secara teratur, bukan dari trik cepat.
Apa yang sebenarnya dilakukan saat membaca kitab gundul?
Membaca kitab gundul bukan menebak dari halaman kosong. Setiap kata dijawab dengan tiga pertanyaan berurutan: apa akar tiga hurufnya, pada wazan apa akar itu dicetak, dan apa kedudukannya dalam kalimat. Wazan memberi harakat di tengah kata; kedudukan dalam kalimat, yaitu i'rab, memberi harakat akhirnya.
Kitab kuning disebut kitab gundul karena memang ditulis tanpa harakat: tanpa fathah, kasrah, dhammah, maupun sukun. Itu bukan kekurangan cetakan. Sebagian besar tulisan Arab di luar teks keagamaan, buku anak-anak, dan buku pelajaran juga ditulis tanpa harakat, dan harakat akhir yang menandai i'rab hampir tidak pernah dicetak.
Banyak panduan membaca kitab gundul berisi nasihat: rajin, sabar, kuasai nahwu dan sharaf. Nasihat itu benar, tetapi jarang ada yang memperlihatkan prosesnya pada kalimat nyata. Tulisan ini memilih sebaliknya: sedikit nasihat, banyak contoh, dan setiap harakat disertai alasannya.
- Akar: sisihkan huruf yang Anda kenali sebagai tambahan, seperti ال, mim atau ta' di depan, dan ta' marbuthah di akhir, lalu temukan tiga huruf asli.
- Wazan: cocokkan sisa bentuknya dengan wazan yang Anda hafal. Huruf mad yang tertulis (ا و ي) adalah pegangan Anda.
- I'rab: temukan fi'il, lalu fa'il dan maf'ul bih-nya, lalu huruf jar atau idhafah. Dari situ harakat akhir ditetapkan.
Contoh 1: سكن الطالب في مدينة كبيرة, diurai per kata
Kalimat pertama tertulis سكن الطالب في مدينة كبيرة: lima kata tanpa satu harakat pun. Dibaca lengkap menjadi سَكَنَ الطَّالِبُ فِي مَدِينَةٍ كَبِيرَةٍ, sakana ath-thâlibu fî madînatin kabîratin, artinya 'pelajar itu tinggal di sebuah kota besar'. Semua harakatnya bisa dipulihkan dari akar, wazan, dan susunan kalimat.
سكن ada di depan. Akarnya س·ك·ن tanpa huruf tambahan, jadi ia mengikuti wazan fi'il madhi yang paling dasar, فَعَلَ: sakana, 'ia tinggal'. Kalimat yang diawali fi'il adalah jumlah fi'liyyah, dan itu memberi tahu apa yang perlu dicari berikutnya: fa'il. Fathah di akhir fi'il madhi itu mabni, tetap, bukan harakat i'rab.
الطالب menyusul. Buang alif-lam, tersisa طالب: akar ط·ل·ب dengan alif tertulis setelah huruf pertama. Itulah wazan فَاعِل, pola pelaku, maka dibaca thâlib, 'pelajar', secara harfiah 'orang yang mencari'. Ia datang langsung setelah fi'il dan menyebut siapa yang tinggal, jadi ia fa'il, dan fa'il itu marfu' dengan dhammah: ath-thâlibu.
في adalah huruf jar, dan huruf jar menjadikan isim sesudahnya majrur. مدينة berakar م·د·ن pada wazan فَعِيلَة: madîna. Ia majrur dengan kasrah, dan karena tidak memakai alif-lam, kasrahnya menjadi tanwin: madînatin. كبيرة berakar ك·ب·ر pada wazan فَعِيل ditambah ta' marbuthah: kabîra, 'besar'. Ia na'at, dan na'at mengikuti man'ut-nya dalam i'rab, mudzakkar-muannats, serta nakirah-ma'rifah. Man'ut-nya majrur, muannats, dan nakirah, maka ia dibaca kabîratin.
Wazan: cara menebak harakat di tengah kata
Wazan mengerjakan sebagian besar tugas di dalam kata. Bahasa Arab membentuk isim dan fi'il dengan mencetak akar tiga huruf ke dalam wazan tertentu, dan setiap wazan membawa harakatnya sendiri. Begitu Anda mengenali wazan dari huruf yang tertulis, seperti alif, mim di depan, atau ta' marbuthah, harakat pendeknya ikut terbawa.
Tabel di bawah memuat wazan yang paling cepat terasa manfaatnya, masing-masing dengan contoh dari kamus Fasaha. Kolom yang paling berguna adalah petunjuk di tulisan gundul: huruf mad selalu ditulis, jadi فَاعِل selalu memperlihatkan alifnya. Yang Anda isi hanyalah harakat pendek yang tidak ditulis.
Ada dua catatan agar tabel ini jujur. Pertama, satu kerangka bisa cocok dengan dua wazan. مدرسة biasanya مَدْرَسَة, 'sekolah', pada wazan isim makan, tetapi kerangka yang sama juga bisa dibaca مُدَرِّسَة, 'guru perempuan'; konteks kalimat yang memilih. Kedua, wazan seperti مُفَعِّل hampir tidak meninggalkan jejak. مُعَلِّم tertulis معلم, dan hanya wazan yang sudah Anda hafal yang memberi tahu di mana tasydid jatuh.
I'rab: cara menentukan harakat akhir
I'rab adalah perubahan akhir kata karena perbedaan amil yang masuk padanya. Itulah definisi dalam Matan al-Jurumiyah, dan itulah langkah ketiga. Setelah akar dan wazan memberi harakat di tengah kata, kedudukan kata dalam kalimat, sebagai fa'il, maf'ul bih, mubtada', atau majrur, menentukan harakat terakhirnya.
Jurumiyah membagi i'rab menjadi empat: rafa', nashab, khafadh (jar), dan jazm. Untuk isim tunggal, tanda asalnya dhammah untuk rafa', fathah untuk nashab, dan kasrah untuk khafadh. Fa'il didefinisikan sebagai isim marfu' yang fi'ilnya disebut sebelumnya; maf'ul bih sebagai isim manshub yang dikenai perbuatan.
Satu susunan lagi sangat sering muncul di kitab kuning, yaitu idhafah. Dalam بَابُ الْمَكْتَبَةِ, 'pintu perpustakaan', kata pertama adalah mudhaf: tanpa alif-lam dan tanpa tanwin. Kata kedua adalah mudhaf ilaih dan selalu majrur. Dua isim berurutan yang pertamanya tanpa alif-lam patut dicurigai sebagai idhafah.
- Rafa' (dhammah): fa'il, mubtada', khabar.
- Nashab (fathah): maf'ul bih, isim إِنَّ, khabar كَانَ.
- Jar (kasrah): isim sesudah huruf jar, mudhaf ilaih.
- Jazm (sukun): khusus fi'il mudhari', misalnya sesudah لَمْ.
Contoh 2: satu tulisan, tiga bacaan (علم)
Huruf علم adalah ujian klasik bagi langkah-langkah ini, karena tulisan yang sama memuat tiga kata umum dari akar ع·ل·م: عِلْم, 'ilmu'; عَلِمَ, 'ia mengetahui'; dan عَلَّمَ, 'ia mengajar'. Ia juga bisa dibaca عَلَم, 'bendera'. Tidak ada apa pun di dalam kata itu yang memilihkan bacaannya. Hanya kalimat di sekitarnya.
Dalam العلم نور, alif-lam langsung menyingkirkan bacaan fi'il, karena fi'il tidak memakai alif-lam. Antara 'ilmu' dan 'bendera', hanya 'ilmu adalah cahaya' yang bermakna. Kalimatnya diawali isim, jadi jumlah ismiyyah: الْعِلْمُ adalah mubtada' marfu' dengan dhammah, dan نُورٌ, akar ن·و·ر, adalah khabar marfu' dengan tanwin karena nakirah. Bacaannya al-'ilmu nûrun.
Dalam علم المعلم الطلاب, kata itu berada di awal kalimat dan diikuti fa'il serta maf'ul bih, jadi ia fi'il. 'Mengetahui' atau 'mengajar'? Fa'ilnya, معلم, berwazan مُفَعِّل, isim fa'il dari wazan فَعَّلَ, dan guru yang mengajar para pelajar adalah makna yang cocok. Maka dibaca عَلَّمَ الْمُعَلِّمُ الطُّلَّابَ, 'allama al-mu'allimu ath-thullâba. Tasydid yang tidak pernah tertulis di halaman ditemukan lewat wazan dan makna, dan الطلاب, jamak طالب pada wazan فُعَّال, dibaca fathah sebagai maf'ul bih.
Contoh 3: baris pertama Jurumiyah dibaca tanpa harakat
Baris pembuka Matan al-Jurumiyah, الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع, adalah latihan yang pas: pendek, dikaji santri di pesantren, dan berisi rangkaian na'at. Dibaca lengkap menjadi الْكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ, 'kalam adalah lafaz yang tersusun dan berfaedah menurut ketetapan bahasa Arab'. Langkahnya sama dengan dua contoh sebelumnya.
الكلام: buang alif-lam, tersisa كلام, akar ك·ل·م dengan alif sebelum huruf terakhir, wazan فَعَال: kalâm. Kalimatnya diawali isim, maka ia mubtada' dan marfu' dengan dhammah: al-kalâmu. هو adalah dhamir yang bisa di-i'rab sebagai dhamir fashl atau sebagai mubtada' kedua. Pilihan mana pun membuat kata sesudahnya tetap dibaca rafa'.
اللفظ: akar ل·ف·ظ tanpa tambahan, wazan فَعْل: lafzh, dan sebagai khabar ia marfu': al-lafzhu. المركب: mim di depan, akar ر·ك·ب. Kerangka مركب bisa dibaca مُرَكِّب, 'yang menyusun', atau مُرَكَّب, 'yang disusun'. Lafaz tidak menyusun apa pun; ia disusun. Jadi wazannya مُفَعَّل, isim maf'ul dari رَكَّبَ: al-murakkabu. Ia na'at bagi اللفظ, maka ikut marfu'.
المفيد: mim di depan, akar ف·ي·د, isim fa'il dari أَفَادَ pada wazan مُفْعِل; karena huruf tengah akarnya ya', bunyinya menjadi mufîd, 'yang memberi faedah'. Ia na'at kedua dan juga marfu': al-mufîdu. بالوضع: بِ huruf jar, lalu الوضع, akar و·ض·ع pada wazan فَعْل, majrur dengan kasrah: bil-wadh'i. Satu baris kitab, enam kata, dan setiap harakatnya punya alasan.
Berapa lama sampai lancar membaca kitab gundul?
Kemampuan membaca kitab gundul dibangun lewat berbulan-bulan membaca secara teratur, bukan dipelajari sebagai trik. Urutan akar, wazan, dan i'rab terasa lambat pada awalnya dan baru menjadi cepat setelah akar, wazan, serta pola kalimat yang umum tidak lagi perlu dipikirkan. Tidak ada jalan pintas yang jujur melewati tahap itu.
Latihlah dengan urutan yang sama. Ambil kalimat berharakat, tutup harakatnya, isi sendiri kata demi kata, lalu buka dan periksa. Saat salah, tentukan langkah mana yang gagal: akar, wazan, atau i'rab. Kesalahan wazan cenderung hilang lebih dulu karena wazan berulang; kesalahan i'rab bertahan lebih lama karena menuntut Anda melihat seluruh kalimat sekaligus.
Mufradat mempercepat semuanya, karena kata yang sudah Anda kenal datang bersama harakatnya. Di Fasaha, setiap kata dalam cerita, podcast, video, atau artikel terbuka menampilkan arti, akar kata, wazan, dan keluarganya, jadi dua langkah pertama sudah tersedia. Fasaha juga memuat Matan al-Jurumiyah dengan i'rab. Fasaha mengajarkan bahasa Arab fusha dan teks klasik, bukan tajwid atau tafsir.
Kata-kata dari tiga contoh, berharakat dan dijelaskan
Setiap butir adalah kata dari contoh di atas. Labelnya menyebut kedudukan atau wazannya; catatannya menyebut akar dan alasan harakatnya jatuh seperti itu.
- Fi'il madhi · فَعَلَ: سَكَنَ — ia tinggal
- Fa'il · فَاعِل: الطَّالِبُ — pelajar itu
- Majrur oleh فِي · فَعِيلَة: مَدِينَةٍ — sebuah kota
- Mubtada' · فِعْل: الْعِلْمُ — ilmu
- Fi'il madhi · فَعَّلَ: عَلَّمَ — ia mengajar
- Fa'il · مُفَعِّل: الْمُعَلِّمُ — guru itu
- Mubtada' · فَعَال: الْكَلَامُ — kalam, ujaran
- Na'at · مُفَعَّل: الْمُرَكَّبُ — yang tersusun
- Na'at kedua · مُفْعِل: الْمُفِيدُ — yang berfaedah
| Wazan | Makna umum | Contoh | Petunjuk di tulisan gundul |
|---|---|---|---|
| فَاعِل | pelaku (isim fa'il) | طَالِب thâlib, pelajar | alif sesudah huruf pertama; Anda menambah kasrah pada huruf kedua |
| مَفْعُول | yang dikenai (isim maf'ul) | مَكْتُوب maktûb, tertulis | mim di depan dan wau sebelum huruf terakhir |
| مَفْعَل | tempat (isim makan) | مَكْتَب maktab, kantor | hanya mim di depan; bisa juga مُفْعَل seperti مُغْلَق, 'tertutup' |
| مَفْعَلَة | tempat (isim makan) | مَدْرَسَة madrasah, sekolah | mim di depan, ta' marbuthah di akhir |
| فِعَال | isim, sering benda | كِتَاب kitâb, buku | alif sebelum huruf terakhir; huruf pertama kasrah |
| فَعِيل | sifat | كَبِير kabîr, besar | ya' sebelum huruf terakhir; huruf pertama fathah |
| تَفْعِيل | mashdar dari wazan فَعَّلَ | تَعْلِيم ta'lîm, pengajaran | ta' di depan, ya' sebelum huruf terakhir |
| مُفَعِّل | isim fa'il dari wazan فَعَّلَ | مُعَلِّم mu'allim, guru | hanya mim; dhammah, fathah, tasydid, dan kasrah Anda isi sendiri |
| مِفْعَال | alat (isim alat) | مِفْتَاح miftâh, kunci | mim di depan, alif sebelum huruf terakhir |
Apakah harus menguasai nahwu dan sharaf dulu sebelum membaca kitab gundul?
Sebagian kecil perlu sejak awal: tanda rafa', nashab, dan jar, serta kedudukan yang menyebabkannya, yaitu fa'il, maf'ul bih, huruf jar, dan idhafah. Bagian nahwu dan sharaf yang lain bisa tumbuh bersama bacaan. Santri di Indonesia mempelajari Matan al-Jurumiyah sebagai nahwu dasar, dan kitab itu ringkas justru karena intinya kecil.
Bagaimana cara mencari akar kata bahasa Arab?
Sisihkan huruf yang Anda kenali sebagai tambahan: alif-lam, mim atau ta' di depan, ta' marbuthah, dan huruf mad. Sisanya biasanya tiga huruf. Akar yang mengandung wau atau ya', atau yang dua hurufnya sama seperti ق·ص·ص, menyembunyikan satu huruf; kamus yang mencantumkan akar, seperti halaman kata di situs ini, membantu memastikannya.
Adakah cara cepat membaca kitab gundul?
Tidak ada yang jujur. Metode yang tersusun baik bisa merapikan urutan belajar, tetapi kelancaran tetap datang dari membaca banyak kalimat dengan urutan akar, wazan, dan i'rab sampai urutan itu berjalan otomatis. Hitungannya bulan membaca teratur, bukan hari.
Kitab apa yang sebaiknya dikaji pertama untuk i'rab?
Matan al-Jurumiyah karya ash-Shanhaji adalah titik awal yang lazim; kitab ini disusun ringkas agar mudah dihafal. Untuk latihan membaca, pilih teks yang jauh lebih mudah daripada kitab yang sedang Anda kaji, lalu latih urutan yang sama setiap hari.
Bolehkah belajar dengan teks berharakat dulu?
Boleh, dan memang begitulah wazan masuk ke telinga. Risikonya adalah bertahan di sana. Tutup harakatnya, tebak sendiri, lalu periksa. Pemeriksaan itulah yang membuat teks berharakat menjadi guru, bukan tongkat penyangga.
Sumber
- Wikipedia bahasa Indonesia — Kitab kuning
- NU Online Jabar — Mengenal Kitab Matan al-Jurumiyah, panduan pemula
- Alkhoirot — Terjemah Matan Jurumiyah (definisi kalam dan i'rab)
- Matn al-Ājurrūmiyyah, teks Arab (definisi fa'il, maf'ul bih, mubtada', khabar, na'at)
- Wikipedia — Al-Ajurrumiyya
- Wikipedia — Arabic diacritics
- Wikipedia — Arabic nouns and adjectives
- Wiktionary — علم
Tentang Fasaha
Fasaha adalah aplikasi bahasa Arab yang mengutamakan membaca. Setiap kata dalam cerita, podcast, video, atau artikel terbuka menampilkan arti, akar kata, wazan, dan keluarganya, serta dapat disimpan untuk pengulangan berjarak.
- Tersedia di iPhone, iPad, Mac, dan Android.
- Bahasa antarmuka: Inggris, Arab, Turki, Rusia, Uzbek, Spanyol, Prancis, Jerman, Indonesia, Melayu, dan Urdu.
- Gratis untuk memulai; Premium membuka seluruh perpustakaan, dan pembayaran ditangani oleh toko aplikasi.