Apa Itu I'rab? Nahwu dan Sharaf lewat Satu Kalimat
I'rab adalah perubahan akhir kata yang menandai kedudukannya dalam kalimat bahasa Arab. Nahwu, sharaf, empat macam i'rab, dan satu kalimat diurai per kata.
· Ditulis oleh Amaan
Apa itu i'rab dalam ilmu nahwu?
I'rab (iʿrāb, juga ditulis i'rob atau irab) adalah perubahan di akhir kata bahasa Arab yang menunjukkan kedudukannya dalam kalimat. Isim punya tiga keadaan: -u untuk pelaku, -a untuk yang dikenai perbuatan, -i setelah huruf jar atau untuk pemilik. Fi'il mudhari' juga punya tiga. Tandanya berupa harakat, sehingga teks gundul tidak mencetaknya dan pembacalah yang mengisinya.
Sharaf (ṣarf) adalah cara sebuah kata dibentuk dari akar kata dan wazan. Nahwu (naḥw) adalah apa yang dikerjakan kata itu dalam kalimat. I'rab (iʿrāb) termasuk bagian nahwu.
Matan al-Jurumiyah (al-Ājurrūmiyyah), kitab ringkas yang dihafal selama berabad-abad, mendefinisikan i'rab sebagai perubahan akhir kata karena perbedaan amil yang masuk padanya, dalam empat macam: rafa' (rafʿ), nashab (naṣb), khafadh (khafḍ, juga disebut jar, jarr) dan jazm.
Isim menerima rafa', nashab dan jar. Fi'il mudhari' menerima rafa', nashab dan jazm. Tanda asalnya adalah dhammah (ḍamma) -u, fathah (fatḥa) -a, kasrah (kasra) -i dan sukun (sukūn), tanpa vokal.
Akhiran itu jarang dicetak: i'rab tidak tampak dalam ejaan Arab baku, kecuali alif yang ditulis pada isim nakirah yang manshub. Akhiran itu diberi harakat dalam Al-Qur'an dan dalam buku untuk anak-anak dan pelajar.
Dalam قَرَأَ الطَّالِبُ كِتَابًا جَدِيدًا فِي الْمَكْتَبَةِ, “siswa itu membaca sebuah buku baru di perpustakaan”, enam kata memperlihatkan ketiga i'rab isim.
Untuk Al-Qur'an, Quranic Arabic Corpus menyajikan tata bahasa setiap kata, gratis. Untuk teks lain, memberi label kedudukan setiap kata secara otomatis masih berupa perangkat lunak penelitian, dan kitab dasar bersama guru tetap menjadi jalannya.
Nahwu dan sharaf: dua ilmu, satu kalimat
Tata bahasa Arab tradisional membagi pekerjaannya menjadi dua. Sharaf mengkaji kata sendirian: akar katanya, wazannya, bagaimana fi'il berubah menurut pelaku dan waktunya, bagaimana isim menjadi jamak. Nahwu mengkaji kata di tengah kata-kata lain: apa kedudukannya dalam kalimat dan akhiran apa yang diterimanya karena itu.
Pembaca membutuhkan keduanya. Sharaf menjawab “kata apakah ini?”: كَاتِب berarti “orang yang menulis” karena wazannya. Nahwu menjawab “siapa berbuat apa kepada siapa?”: isim yang sama menjadi pelaku dengan satu akhiran dan menjadi yang dikenai perbuatan dengan akhiran lain.
I'rab, yang juga ditulis i'rob atau irab, adalah bagian nahwu yang mengurus akhiran-akhiran itu. Kata itu sendiri berarti menjelaskan, dan memang itulah tugasnya.
Apa sebenarnya i'rab itu?
Matan al-Jurumiyah, kitab ringkas abad pertengahan karya ulama Maroko Ibn Ājurrūm, yang di kalangan pesantren dikenal sebagai ash-Shanhaji, membuka pembahasannya dengan definisi yang dihafal para pelajar sejak itu: i'rab adalah perubahan akhir kata karena perbedaan amil yang masuk padanya. Kitab itu menyebut empat macam i'rab. Santri di Indonesia mempelajarinya dalam pelajaran nahwu dasar.
Rafa' adalah keadaan pelaku (fa'il) atau mubtada', ditandai dhammah, -u. Nashab menandai yang dikenai perbuatan (maf'ul bih) dan beberapa kedudukan lain, dengan fathah, -a. Jar, yang oleh kitab itu disebut khafadh, mengikuti huruf jar atau menandai pemilik dalam susunan idhafah, dengan kasrah, -i; jar hanya milik isim. Jazm hanya milik fi'il dan ditandai sukun, tanpa vokal sama sekali.
Itu tanda-tanda asalnya. Mutsanna, jamak salim, sekelompok kecil isim dan sebagian fi'il memperlihatkan keempat keadaan yang sama dengan huruf, bukan dengan harakat, dan itulah sebagian besar isi bab-bab tengah kitab nahwu mana pun.
Mengapa mempelajari akhiran yang tidak dicetak?
Karena akhiran itu ada, dicetak atau tidak. Ejaan Arab baku tidak memperlihatkan i'rab. Harakat yang membawanya ditinggalkan dalam koran, novel dan situs web, seperti dalam kitab gundul, dan ditulis dalam Al-Qur'an serta buku untuk anak-anak dan pelajar. Pembaca teks tanpa harakat memulihkan kedudukan kata dari urutan kata, kesesuaian dan makna. Pembaca yang paham i'rab memulihkannya lebih cepat dan bisa memeriksanya.
Akhiran itu juga menjelaskan huruf yang memang dicetak. Alif di akhir كِتَابًا adalah tanda nashab yang bisa Anda lihat. Perbedaan antara مُسْلِمُونَ dan مُسْلِمِينَ, “orang-orang muslim” sebagai pelaku dan sebagai objek, adalah i'rab yang ditulis dengan huruf.
Dan akhiran itu memutuskan bacaan yang dibiarkan terbuka oleh urutan kata. Dalam contoh baku para ahli nahwu, ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا, “Zaid memukul 'Amr”, alif pada nama kedua menandainya sebagai yang dipukul, di mana pun kedua nama itu berada dalam kalimat.
Satu kalimat, kata demi kata
Ini kalimat yang cukup pendek untuk diingat: قَرَأَ الطَّالِبُ كِتَابًا جَدِيدًا فِي الْمَكْتَبَةِ, “Siswa itu membaca sebuah buku baru di perpustakaan.” Di dalamnya ada fi'il, fa'il, maf'ul bih, na'at dan susunan jar-majrur, dan kalimat ini memperlihatkan ketiga i'rab isim.
Uraian dalam panduan ini mengikuti urutan yang dipakai seorang guru: sebut jenis katanya, sebut kedudukannya, sebut i'rabnya dan tanda yang memperlihatkannya. Jawaban bertahap seperti itulah yang dimaksud dengan “meng-i'rab” sebuah kata.
Ada pola kedua yang layak dikenal sejak awal, karena pola ini membalik dugaan. إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ, “Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”, menutup banyak ayat Al-Qur'an. Huruf إِنَّ menjadikan isim sesudahnya manshub, sehingga lafaz Allah berharakat -a, sedangkan khabarnya tetap rafa' dengan -un. Quranic Arabic Corpus menganalisis frasa itu dengan cara yang sama: huruf nashab, isim alam yang manshub, isim yang marfu' dan sifat yang marfu'.
Seberapa banyak nahwu yang dibutuhkan pembaca di awal?
Lebih sedikit daripada kesan yang diberikan kitab nahwu, dan dengan urutan yang disengaja.
Dari situ jalur tradisionalnya sudah jelas. Matan al-Jurumiyah adalah kitab pertama, ringkas supaya bisa dihafal. Alfiyah (Alfiyya) karya Ibn Mālik, kitab nahwu dalam sekitar seribu bait, adalah yang lebih besar; keduanya menjadi dasar pendidikan pemula di masyarakat Arab sampai abad ke-20. Terjemahan bahasa Indonesia Matan al-Jurumiyah bisa dibaca di internet, dan terjemahan bahasa Inggrisnya sudah ada sejak karya J. J. S. Perowne pada 1852.
- Dua jenis kalimat: jumlah ismiyah, yang diawali isim, dan jumlah fi'liyah, yang diawali fi'il.
- Susunan idhafah: dua isim berdampingan, yang kedua majrur.
- Kesesuaian: na'at mengikuti man'ut-nya dalam mudzakkar-muannats, jumlah, nakirah-ma'rifah dan i'rab.
- Tiga i'rab isim dan tanda asalnya, seperti dalam kalimat di atas.
- Kata-kata yang mengubah i'rab: huruf jar, إِنَّ dan saudara-saudaranya, كَانَ dan saudara-saudaranya.
- I'rab fi'il mudhari' setelah لَنْ, أَنْ dan لَمْ.
Alat apa yang membantu belajar nahwu dan sharaf?
Untuk Al-Qur'an ada sumber gratis yang luar biasa. Quranic Arabic Corpus, dari University of Leeds, memperlihatkan tata bahasa, sintaksis dan morfologi setiap kata dalam Al-Qur'an, dengan i'rab tradisionalnya tertulis di sampingnya. Pilih ayat yang Anda hafal dan baca analisisnya.
Untuk kalimat lain, memberi label kedudukan setiap kata secara otomatis masih merupakan soal penelitian. Alat yang mencobanya adalah parser buatan para ahli bahasa, dan kesalahannya sulit ditangkap pelajar. Jalan yang bisa diandalkan adalah kitab dasar bersama guru, atau pelajaran yang mengajarkan pola-polanya pada kalimat nyata.
Kamus melayani sisi sharaf dengan baik. Kamus pelajar yang baik menampilkan fi'il mudhari', fi'il amr dan mashdar sebuah fi'il, jamak sebuah isim, serta akar kata dan wazan di baliknya.
Di mana peran Fasaha, dan di mana tidak
Fasaha paling kuat di sisi sharaf dan dalam membaca. Setiap kata yang Anda ketuk menampilkan bentuk kamusnya, jenis katanya, akar kata dan wazannya, dengan arti dalam bahasa Indonesia, dan untuk fi'il serta isim, bentuk-bentuk yang Anda perlukan untuk mengenalinya lagi: fi'il mudhari', fi'il amr, mashdar, jamak. Teks berjenjangnya ditulis berharakat, termasuk harakat akhirnya, dan Anda bisa mengurangi atau mematikan harakat itu seiring kemajuan Anda. Alat terjemahannya mengembalikan kalimat apa pun yang Anda ketik, tempel atau pindai lengkap dengan harakat dan rincian kata demi kata.
Fasaha bukan alat peng-i'rab. Fasaha tidak memberi label fa'il, maf'ul bih atau i'rab tiap kata dalam kalimat, dan tidak mengajarkan tajwid atau tafsir. Untuk tata bahasa Al-Qur'an kata demi kata, pakailah Quranic Arabic Corpus. Untuk pelajaran nahwu yang utuh, guru dan kitab dasar tetap menjadi patokannya.
Kalimatnya, kata demi kata
قَرَأَ الطَّالِبُ كِتَابًا جَدِيدًا فِي الْمَكْتَبَةِ. Setiap baris menyebut jenis katanya, kedudukannya, dan i'rabnya beserta tanda yang memperlihatkannya.
- Fi'il: قَرَأَ — membaca (dia telah membaca)
- Fa'il (pelaku): الطَّالِبُ — siswa itu
- Maf'ul bih (yang dikenai perbuatan): كِتَابًا — sebuah buku
- Na'at (sifat): جَدِيدًا — baru
- Huruf jar: فِي — di
- Isim setelah huruf jar (majrur): الْمَكْتَبَةِ — perpustakaan itu
| I'rab | Tanda asal | Pada isim | Pada fi'il mudhari' | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| Rafa' (rafʿ): marfu' | dhammah (ḍamma), -u | Fa'il; mubtada' dan khabarnya | Fi'il mudhari' yang tidak didahului amil nashab atau jazm | الطَّالِبُ يَقْرَأُ (siswa itu membaca) |
| Nashab (naṣb): manshub | fathah (fatḥa), -a | Maf'ul bih; keterangan waktu, cara dan lainnya | Setelah أَنْ, لَنْ dan كَيْ | لَنْ يَقْرَأَ كِتَابًا (dia tidak akan membaca sebuah buku) |
| Jar (jarr) atau khafadh (khafḍ): majrur | kasrah (kasra), -i | Setelah huruf jar; mudhaf ilaih dalam susunan idhafah | Tidak ada | فِي الْمَكْتَبَةِ (di perpustakaan) |
| Jazm: majzum | sukun (sukūn), tanpa vokal | Tidak ada | Setelah لَمْ, juga dalam larangan dan sebagian kalimat syarat | لَمْ يَقْرَأْ (dia tidak membaca) |
Apa pengertian i'rab secara sederhana?
Akhiran kata yang menunjukkan tugasnya dalam kalimat. Isim berakhiran -u ketika menjadi pelaku, -a ketika menjadi yang dikenai perbuatan, dan -i setelah huruf jar atau sebagai pemilik dalam susunan idhafah. Fi'il mudhari' punya akhirannya sendiri.
Apa perbedaan nahwu dan sharaf?
Sharaf mengurus satu kata: akar kata, wazan, perubahan bentuk fi'il, bentuk jamak. Nahwu mengurus kalimat: kedudukan kata dan akhiran yang menandainya. Kamus terutama membantu sharaf; kitab nahwu terutama mengajarkan nahwu.
Apakah saya perlu nahwu untuk memahami Al-Qur'an?
Anda perlu garis besarnya: macam-macam i'rab, dua jenis kalimat, dan huruf-huruf yang mengubah i'rab. Al-Qur'an dicetak dengan harakat lengkap, jadi akhirannya terlihat, dan Quranic Arabic Corpus memperlihatkan tata bahasa setiap katanya.
Adakah terjemahan Matan al-Jurumiyah?
Ada. Terjemahan bahasa Indonesianya bisa dibaca di internet, misalnya di situs Al-Khoirot, berdampingan dengan teks Arabnya. Dalam bahasa Inggris, yang tertua adalah karya J. J. S. Perowne tahun 1852, yang mencetak teks Arab berharakat di samping terjemahannya, dan terjemahan serta syarah yang lebih baru tersedia dalam bentuk cetak maupun daring.
Adakah aplikasi yang bisa meng-i'rab kalimat apa pun?
Tidak ada yang bisa kami sarankan kepada pelajar. Untuk Al-Qur'an, Quranic Arabic Corpus memberikan analisis lengkap secara gratis. Untuk teks lain, analisis otomatis masih berupa perangkat lunak penelitian, dan kesalahannya sulit ditangkap pelajar.
Apakah Fasaha mengajarkan nahwu dan sharaf?
Fasaha menopang tata bahasa lewat membaca: teks berharakat lengkap dengan harakat akhirnya, kamus yang menampilkan akar kata, wazan dan bentuk-bentuk fi'il, serta rincian kata demi kata untuk kalimat apa pun. Fasaha tidak memberi label kedudukan tiap kata dalam kalimat.
Sumber
- Wikipedia, ʾIʿrab (the three cases, the moods, and when endings are written or pronounced)
- Wikipedia, Al-Ajurrumiyya (Ibn Ājurrūm’s primer; Perowne’s 1852 English translation)
- Wikipedia, Alfiya (Ibn Mālik’s grammar in about a thousand lines of verse)
- Quranic Arabic Corpus, University of Leeds (morphology, syntax and root of every word in the Qurʼan)
- Quranic Arabic Corpus, word by word, verse 2:199 (inna llāha ghafūrun raḥīm)
- NU Online Jabar, “Mengenal Kitab Matan al-Jurumiyah” (penulisnya ash-Shanhaji; dipelajari santri Indonesia dalam nahwu dasar), dibaca 10 Oktober 2026
- Al-Khoirot, Terjemah Matan Jurumiyah (teks Arab dan terjemahan bahasa Indonesia; definisi i'rab dan empat macamnya), dibaca 10 Oktober 2026
Tentang Fasaha
Fasaha adalah aplikasi bahasa Arab yang mengutamakan membaca. Setiap kata dalam cerita, podcast, video atau artikel dapat dibuka untuk melihat arti, akar kata, wazan dan keluarganya, dan dapat disimpan untuk pengulangan berjarak.
- Tersedia di iPhone, iPad, Mac dan Android.
- Bahasa antarmuka: Inggris, Arab, Turki, Rusia, Uzbek, Spanyol, Prancis, Jerman, Indonesia, Melayu, Urdu, Italia, Portugis, Bengali, dan Kazakh.
- Gratis untuk memulai; Premium membuka seluruh perpustakaan dan toko aplikasi yang mengurus pembayaran.
- Mengajarkan bahasa Arab fusha, yaitu bahasa Arab standar modern dan bahasa Arab Al-Qur'an; tidak mengajarkan dialek lisan, tajwid atau tafsir.
Semua artikel
- Cara Membaca Kitab Gundul: Contoh Nyata Diurai per Kata: Tiga kalimat gundul diurai per kata, dari akar dan wazan sampai i'rab, termasuk satu tulisan yang bisa dibaca tiga cara.
- Belajar Bahasa Arab dari Nol: Urutan Realistis untuk Otodidak: Rencana bulan pertama belajar bahasa Arab secara otodidak, 15–30 menit sehari, dengan tanda keberhasilan untuk setiap minggu.